Menikah di Usia Muda dan Soal Pengucapan Nama 'Hamez' Rodriguez

Bolatainment - Sesosok wanita cantik menemani James Rodriguez sewaktu diperkenalkan oleh presiden Real Madrid, Florentino Perez. Dia adalah sang istri, Daniela Ospina.


Walaupun usia Rodriguez masih terbilang muda, 23 tahun, namun dia sudah berstatus "suami" sekaligus "bapak satu anak". 

Istrinya adalah Daniela, yang umurnya setahun lebih muda dari dirinya. Anak perempuan mereka bernama Salome, yang lahir pada 29 Mei 2013. James dan Daniela menikah di tahun 2011.

Sama seperti James, Daniela juga seorang olahragawan, mantan atlet bola voli. Dilansir sportsgrid.com, mereka pertama kali berkenalan di tahun 2008, ketika James berumur 18, dan Daniela 17. 

Kakak Daniela adalah David Ospina, yang merupakan kiper nomor satu tim nasional Kolombia saat ini. David sudah membela timnas negaranya sejak 2007, sedangkan James baru memulainya di 2011.

Mengenai nama, sejatinya pria kelahiran 12 Juli 1993 itu memiliki nama lengkap James David Rodriguez. Yang menarik, pengucapannya yang benar adalah Ha-mez Rod-reeg-ez. 

Pengucapan 'Hamez' – bukan James (baca: Jems)—mencuat setelah seorang komentator sepakbola senior bernama Clive Tyldesley, menyebutnya dengan 'James' saat memandu acara Piala Dunia 2014 di stasiun tempatnya bekerja, ITV.



Nah, karena mengucap 'James', ia menjadi bahan cemoohan (di-bully) di dunia maya. Semestinya ia mengucapkan James sesuai lafal (bahasa) Spanyol, yaitu 'Hamez', sedangkan James (Jems) adalah lafal dalam bahasa Inggris.



'Liverpool Tak Pentingkan Hasil Akhir di Pramusim'

Berita Bola - Liverpool baru memetik satu kemenangan dalam laga pramusim yang sudah dilakoni. Manajer The Reds, Brendan Rodgers, menyatakan bahwa tim besutannya tak mementingkan hasil akhir di pramusim.

Kemenangan Liverpool didapat saat berhadapan dengan klub League One, Preston North End, pada 19 Juli lalu.

Sementara itu, dua kekalahan ditelan Liverpool saat berduel melawan Brondby dan juga AS Roma. Ketika berhadapan dengan Giallorossi di laga pertama tur Amerika Serikat, Kamis (24/7/2014) pagi WIB, di Fenway Park. The Anfield Gank kalah tipis 1-0.

Soal hasil-hasil negatif laga pramusim Liverpool, Rodgers tetap kalem. Dia menyatakan bahwa "Si Merah' bisa saja memilih lawan lemah untuk berujicoba, tapi tak akan mendapatkan pelajaran apa-apa.

"Bukan mengenai masalah hasil akhir dalam tahap ini. Hasil akhir paling penting buat saya adalah pada pertandingan pertama musim," kata Rodgers di situs resmi Liverpool.

"Anda mempunyai pilihan -Anda bisa memainkan pertandingan yang mungkin bisa membawa Anda menang setiap laga dan Anda mungkin tak akan mendapatkan apapun. Kami mampunyai jadwal pertandingan yang berat di pramusim."

"Kami mempunyai tur yang luar biasa di sini dan setelah kami kembali, dalam beberapa hari kami akan menghadapi Borussia Dortmund. Kami benar-benar menempatkan diri pada level yang baik, untuk mendapatkan ukurang yang baik," imbuhnya.

Liverpool masih akan menjalani empat pertandingan pramusim lagi. Olympiakos, Manchester City, AC Milan, dan juga Borussia Dortmund, bakal menjadi lawan yang akan dihadapi oleh Steven Gerrard dkk.

Menebak-nebak Komposisi Gelandang Madrid Musim Ini

Berita Bola - Masuknya James Rodriguez dan Toni Kroos membuat Real Madrid memiliki opsi lebih banyak di lini tengah. Bagaimana kira-kira komposisi lini tengah Los Blancos untuk musim 2014/2015?


Melihat performa pada musim kemarin, Madrid punya susunan pemain yang relatif ajek di lini depan. Karim Benzema, Cristiano Ronaldo, dan Gareth Bale diperkirakan masih akan jadi trisula andalan.

Yang menarik adalah mencari tahu siapa yang akan jadi "nomor 10" Madrid. Setelah Mesut Oezil dilego ke Arsenal, Madrid membeli Isco Alarcon Suarez. Gelandang serang berusia 22 tahun tersebut disebut-sebut sebagai salah satu talenta muda menjanjikan yang dimiliki Spanyol.

Performa Isco pada musim pertamanya di Madrid tidak bisa disebut jelek. Dari 32 penampilan di La Liga, Isco jadi starter sebanyak 23 kali. Dari jumlah penampilan itu, dia menyumbang 8 gol dan 6 assist.

Sebagai catatan, dia berada di posisi keempat untuk urusan menyumbang assist, di bawah Angel Di Maria (17 assist), Bale (12 assist), dan Ronaldo (9 assist).

Namun, tetap saja para petinggi Madrid menilai bahwa Isco tidak cukup mengilap. Belakangan beredar kabar bahwa Isco tengah didekati oleh raksasa Premier League, Liverpool.

Kini dengan adanya James, yang jadi top skorer sekaligus salah satu pemain paling istimewa selama Piala Dunia 2014, posisi "nomor 10" kemungkinan akan diberikan pada pemain asal Kolombia tersebut. Terlebih, James juga mendapatkan nomor punggung 10 --seperti Oezil sebelumnya



James tidak hanya jago dalam memberikan passing dan punya skill apik. Dia juga cepat dan eksplosif. Di luar itu, dia sudah membuktikan diri di Piala Dunia bahwa dirinya mampu jadi pencetak gol juga.

Gol tendangan volinya ke gawang Uruguay jadi gol terbaik di Piala Dunia 2014. Sementara golnya ke gawang Jepang, di mana dia dua kali mengecoh Maya Yoshida --sampai bek Jepang ini tergeletak menyerah--, jadi salah satu kandidat gol terbaik Piala Dunia 2014.

Madrid punya stok yang lebih banyak lagi untuk posisi gelandang tengah. Luka Modric, yang aslinya adalah gelandang serang dan bisa bermain sebagai "nomor 10", bermain sebanyak 28 kali sebagai gelandang tengah musim kemarin. Hanya dua kali dia ditempatkan sebagai gelandang serang.

Selain Modric, Madrid juga masih punya Xabi Alonso, Asier Illarramendi, dan Sami Khedira. Mengingat Khedira disebut-sebut bakal hengkang ke Arsenal, ada kemungkinan satu slot jadi kosong, dan Kroos kini menempatinya. Lain halnya jika Khedira tak jadi hengkang, maka makin banyaklah opsi Madrid untuk mengisi pos dua gelandang tengah.

Carlo Ancelotti pun bisa mengotak-atik pasangan di lini tengah. Modric-Kroos adalah salah satu yang paling menjanjikan. Keduanya sama-sama punya visi bagus, gemar melepaskan operan pendek, dan punya kemampuan membuat key passes. Perbedaannya, Modric lebih piawai dalam menggiring bola.

Di luar Modric-Kroos, Ancelotti juga bisa mencoba Kroos-Alonso ataupun Modric-Alonso. Berbeda dengan kedua rekannya, Alonso lebih berfungsi sebagai gelandang bertahan, meski dia juga cukup oke dalam melepaskan passing. Di luar itu, yang jadi pembeda dengan Kroos dan Modric, Alonso juga kerap melakukan tekel.

Illarramendi, di sisi lain, punya tipikal permainan yang lebih mirip dengan Alonso. Dengan jumlah main 29 kali di La Liga musim lalu dan 14 di antaranya hanya sebagai pemain pengganti, Illarramendi kemungkinan besar akan jadi pelapis.

Kini, tinggal Ancelotti pintar-pintar mengatur. Siapa yang dimainkan, tentu, tergantung dengan gaya main yang ingin diterapkan plus menyesuaikan dengan gaya main lawan.

'Tanpa Beban, Madrid Bisa Sapu Bersih Gelar'

Berita Bola - Dibanding tahun lalu, Real Madrid menjalani musim 2014/2015 dengan beban yang jauh berkurang. Kondisi itu diyakini akan bisa membuat Los Merengues menyapu bersih enam gelar juara.


Beban yang kini sudah hilang dari pundak pemain Madrid adalah tuntutan untuk meraih La Decima. Setelah menunggu selama 12 tahun, 'Si Putih' akhirnya bisa meraih trofi Liga Champions-nya yang kesepuluh.

Disebut Luka Modric, diraihnya trofi Liga Champions musim lalu telah menghilangkan banyak beban buat penggawa Los Merengues. Karenanya mereka kini menyambut musim kompetisi baru dengan keyakinan tinggi.

"Akan sangat hebat jika bisa meraih enam trofi, buat kami sekaranglah waktunya. Kami kini tidak mendapat tekanan seperti saat belum mendapat gelar kesepuluh," sahut Modric dalam wawancaranya dengan Marca.

Di musim 2014/2015 ada enam kejuaraan yang akan diikuti Madrid. Selain La Liga Primera, Copa del Rey dan Piala Super Spanyol, mereka juga akan bertarung di Piala Super Eropa, Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub.

Menjuarai seluruh kompetisi tersebut jelas butuh pekerjaan luar biasa. Namun El Real punya modal bagus untuk meraihnya, dan itu bisa dilihat dari aktivitas transfer yang mereka lakukan di musim panas ini.

Sudah punya trio maut Gareth Bale, Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo, manajemen Madrid memboyong lagi dua pemain. Toni Kroos yang jadi juara Piala Dunia bersam Jerman serta James Rodriguez yang berstatus topskorer Piala Dunia diboyong ke Santiago Bernabeu.



Bersama Kroos dan James kami akan lebih baik lagi," tegas eks Tottenham Hostpur itu.

Mau Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Seperti Brasil? Siapkan Rp 168 Triliun

Brasil 2014 menjadi penyelenggaraan Piala Dunia termahal dalam sejarah. Mereka menghabiskan dana luar biasa besar, tiga kali lipat dari gelaran sebelumnya di Afrika Selatan.

Sebagai perbandingan, Piala Dunia 2010 memakan biaya "hanya" 3 miliar dolar. Dari angka itu, US$1,1 miliar hanya diperuntukkan pembangunan stadion-stadion. Transportasi adalah pos tertinggi sebesar US$ 1,3 miliar, sedangkan sisanya ($392 juta) untuk pos lain-lain.

Bagaimana di Brasil? Sejak awal hajatan ini menganggarkan 14 miliar dolar atau sekitar Rp 168 triliun! Bahkan konon angka itu membengkak menjadi 15 miliar dolar.

Tak heran jika menjelang Piala Dunia dimulai terjadi gelombang aksi unjuk rasa dari warga Brasil sendiri. Sebabnya, gara-gara Piala Dunia biaya hidup mereka tiba-tiba naik, pajak-pajak pun ikut-ikutan naik. Beban tambahan itu memperparah kesenjangan ekonomi di negara tersebut yang sudah cukup tinggi.

Menurut Bank Dunia, skala ketidaksetaraan di Brasil mencapai 40.6! Ini artinya kesenjangan ekonomi di Brasil lebih tinggi daripada di Indonesia yang mendapat angka 34 dan Denmark yang mendapat angka 24. Belum lagi laporan dari PBB menyebutkan bahwa indeks pembangunan sumber daya manusia di negara penghasil kopi tersebut masih sangat rendah, yaitu di posisi 85.

Menyoal ongkos menggelar Piala Dunia, Rp 168 triliun adalah angka yang fantastis buat perekonomian Indonesia. Berdasarkan riset yang dilakukan Lamudi—situs properti terkemuka di Indonesia, angka tersebut hampir sama dengan penghasilan dari 10 bulan produksi minyak sawit di seluruh pulau Sumatera. Padahal, menurut biro statistik Indexmundi, Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia, dan berkontribusi sebesar 50 persen dari total produksi internasional. 

Besar biaya tersebut juga setara dengan biaya produksi batubara per tahunnya di Indonesia. Tepatnya, sekitar 40 persen dari total produksi batubara pada tahun 2013, yang mencapai 421 juta metrik ton. Ini bukan angka yang kecil, mengingat Indonesia menduduki peringkat kelima sebagai negara penghasil batubara di tingkat dunia.

"Mari kita berandai-andai: Jika biaya Piala Dunia 2014 digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan perangkat sosial di Indonesia, ada beberapa skenario menarik yang mungkin bisa dilakukan," ungkap Christiana Joan, 
Marketing Manager Lamudi Indonesia, dalam rilisnya beberapa waktu lalu.

Skenario pertama, Indonesia bisa membangun tujuh puluh (70) jalan tol/bebas hambatan sekelas tol Cipularang. Dua, bisa juga untuk membangun 8 sistem MRT (Mass Rapid Transit) di kota Jakarta untuk mengurai kemacetan. Sedangkan biaya yang dihabiskan oleh Brasil untuk membangun 13 stadion tempat diselenggarakannya pertandingan Piala Dunia, dapat digunakan untuk membangun 205 stadion yang serupa dengan Gelora Bung Karno!


Shaqiri Komentari Rumor Transfer ke Juventus

Xherdan Shaqiri buka suara soal rumor yang mengaitkannya dengan raksasa Serie A, Juventus. Winger Bayern Munich itu menyebut kepindahan ke Juve bukanlah langkah mundur baginya.

Dikenal punya bakat besar dan skill yang mumpuni, Shaqiri belum berhasil menembus tim inti Bayern. Dia musim lalu cuma tampil pada 27 pertandingan dan hanya 14 kali jadi starter.

Situasi itu membuat Shaqiri disebut-sebut akan pergi dari Bayern pada musim panas ini. Sejumlah klub top Eropa, tak terkecuali Juve, kabarnya siap memboyong pemain berusia 22 tahun ini.

"Pada saat ini saya sedang berlibur dan saya tak tahu apa yang akan terjadi pada masa mendatang. Semuanya diurus oleh saudara laki-laki saya (yang merupakan agen)," jelas Shaqiri kepada Tuttosport.

"Saya punya kontrak dengan Bayern Munich yang berlaku sampai 2016 dan hari ini itulah yang pasti buat saya," lanjutnya.

"Juventus? Tak ada kontak, seperti halnya saya tak tahu ketertarikan dari Liverpool dan Monaco," kata pemain internasional Swiss ini.

"Namun, Juventus adalah sebuah klub besar. Siapa yang tak ingin bermain untuk mereka?," ujar Shaqiri.

"Sampai saat ini, saya ulangi, saya adalah pemain Bayern Munich. Tapi, bagi saya Juventus tidak akan menjadi sebuah langkah mundur," katanya.

James Bakal Terima Semua Peran yang Diberikan Ancelotti

James Rodriguez sadar betul dengan beratnya persaingan untuk memperebutkan tim utama di Real Madrid. Dia pun menyatakan bakal menerima semua peran yang diberikan Carlo Ancelotti untuknya.

James sudah resmi menjadi pemain Madrid. Uang sebesar 60 juta euro disebut-sebut menjadi tebusan untuk Monaco atas transfer pemain 23 tahun itu.

Di lini tengah, Madrid sebenarnya sudah dijejali oleh banyak pemain top. Isco, Gareth Bale, Luka Modric, Sami Khedira, Toni Kroos, Assier Illarramendi, dan juga Xabi Alonso, merupakan beberapa di antaranya.

Soal kans untuk menjadi pilihan utama, James mengaku tak mempunyai masalah. Pesepakbola asal Kolombia itu juga menyebutkan bahwa dirinya bakal memetik pelajaran bisa bermain dengan begitu banyak bintang di skuat Los Merengues.

"Persaingan itu bagus untuk saya, dan merupakan suatu hal yang menyenangkan untuk bisa bermain dengan begitu banyak bintang saya yakin akan banyak belajar. Saya akan berlatih mulai 1 Agustus," kata James di As.

"Saya akan bermain di manapun pelatih memutuskan. Di tengah, di kanan, maupun di kiri," imbuhnya.

Fabregas: Chelsea adalah Pilihan Terbaik Saya

Fabregas: Chelsea adalah Pilihan Terbaik Saya. Cesc Fabregas mengaku sempat menimbang-nimbang keputusan untuk bermain di klub mana setelah memutuskan hengkang dari Barcelona. Dia lantas memutuskan bahwa Chelsea adalah pilihan paling baik.


Fabregas sebenarnya punya kans untuk kembali ke Arsenal. Mantan klubnya itu punya klausul sebagai pembeli pertama seandainya Fabregas memutuskan pergi dari Barca.

Ketika Arsenal tidak bergerak, Chelsea pun datang mendekat. Setelah berbicara dengan Jose Mourinho, Fabregas pun menyatakan setuju untuk bergabung dengan The Blues. Kepastian transfernya ke Stamford Bridge diumumkan sebelum Spanyol berlaga di Piala Dunia 2014.

"Penting buat saya perjanjian itu dikonfirmasi sebelum Piala Dunia," ujar Fabregas seperti dilansir Sky Sports.

"Saya ingin pikiran saya terbebas dari transfer dan mengetahui apa yang akan saya lakukan musim depan, lalu bermain untuk siapa. Saya pikir, usia saya sudah cukup matang dan saya menginginkan perubahan."

"Saya mempertimbangkan berbagai tawaran dan setelah berbicara dengan pelatih, saya berpikir bahwa Chelsea adalah pilihan terbaik saya."

"Tim yang dilatih Jose selalu sulit untuk dikalahkan dan dihadapi. Mereka benar-benar matang secara taktik dan amat disiplin. Dia mampu mengeluarkan kemampuan terbaik dari seorang pemain," kata Fabregas.



Meski demikian, Arsene Wenger pernah menyebut kalau dia memang tidak menginginkan Fabregas kembali ke skuatnya. Wenger mengatakan, Arsenal tak lagi punya ruang untuk mantan kaptennya itu.

Pernyataan tersebut pun langsung dibantah oleh Mourinho. "Saya berbicara dengannya selama 20 menit. Saya pikir dia sangat ingin bergabung dengan kami," ujar Mourinho di Guardian.

"Sebagaimana Anda tahu Arsenal punya opsi yang membuat mereka bisa mengintervensi, tapi saya pikir dia (Fabregas) tak terbuka untuk hal itu. Dia jelas sekali menuju ke kami. Itu pekerjaan yang mudah buat saya (untuk mendapatkannya)," lanjut Mourinho.

Menuju Piala Dunia 2018 (yang Aman) di Rusia

Jika Rusia masih dianggap sebagai "Uni Soviet" --walaupun tidaklah tepat-- penunjukkan mereka sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 menjadi sebuah penghargaan sejarah.


Sejarah tersebut adalah sejarah kebesaran sepakbola Uni Soviet di masa lalu, sebelum negara besar tersebut bubar dan terpecah menjadi 15 negara pada Desember 1991.

Pada debutnya di Piala Dunia 1958, muncul sesosok "laba-laba hitam" di bawah mistar gawang Uni Soviet. Ya, Lev Yashin yang legendaris itu "memperkenalkan" dirinya dan rekan-rekannya kepada dunia di Swedia, di mana mereka langsung menembus babak perempatfinal, sebelum dihentikan tuan rumah dengan skor 0-2.

Hebatnya lagi, dua tahun kemudian Uni Soviet langsung menjadi juara Piala Eropa (1960), yang untuk pertama kalinya dihelat UEFA. Di final, tim asuhan pelatih Gavriil Kachalin itu mengalahkan Yugoslavia dengan skor 2-1 lewat extra time. Selain Yashin, muncul bintang baru dari "Negeri Beruang Merah", yaitu Valentino Ivanov, yang kelak menyumbang 26 gol dari 59 caps.

Di Piala Dunia, dari empat penampilan pertamanya Uni Soviet selalu mampu melaju minimal sampai perempatfinal (1958, 1962, 1970). Bahkan di edisi 1966 mereka berhasil mencapai semifinal sebelum dihentikan Jerman Barat.

Begitu pula di Piala Eropa. Mereka sangat menonjol di empat edisi pertama. Setelah jadi juara di gelaran pertama (1960), Soviet juga menjadi runner-up (1964), semifinalis (1968), dan runner-up lagi di tahun 1972.

Hanya saja, setelah itu Soviet mengalami kemunduran. Mereka bahkan tidak lolos kualifikasi di empat turnamen besar berturut-turut: Piala Dunia 1974, Piala Eropa 1976, Piala Dunia 1978, dan Piala Eropa 1980.

Baru di awal 80-an mereka bangkit. Muncul generasi baru yang diwakili antara lain Oleg Blokhin, Oleg Protasov, Rinat Sasaev, Sergei Aleinikov, dan Oleg Kuznetsov. Namun, prestasi mereka tak sementereng para pendahulunya. Di Piala Dunia 1982, 1986, dan 1990, Soviet tak pernah lolos lebih dari babak kedua.

Yang paling nyaris dari generasi tersebut adalah di Piala Eropa 1988. Dasaev memimpin Soviet lolos ke babak final di Olympiastadion, Munich, Jerman, untuk bertemu Belanda. Namun, Belanda kala itu lebih bersinar dengan trio Ruud Gullit-Marco van Basten-Frank Rijkaard, plus Ronald Koeman, Hans van Breukelen, dan lain-lain. Di laga puncak itu Soviet ditekuk Belanda 0-2.

Uni Soviet "berpamitan" dari sepakbola internasional di Piala Dunia, ketika mereka jadi juru kunci di fase grup. Setahun kemudian negara komunis itu bubar.



Dari 15 negara republik pecahan Uni Soviet, Rusia hingga kini sering diidentikkan sebagai (negara eks) Uni Soviet, karena mereka adalah republik yang paling besar dan kuat. Secara geografis, luas wilayah mereka bahkan tetap lebih besar dibandingkan 14 negara lainnya jika digabungkan.

Di dunia sepakbola, timnas Rusia tak pernah mendekati kejayaan Uni Soviet terutama di era 60-70an. Mereka hanya lolos tiga kali dari 6 penyelenggaraan Piala Dunia terakhir. Hasilnya pun selalu tumbang di putaran pertama.

Sedikit lumayan adalah di Piala Eropa. Dari lima edisi, Rusia berpartisipasi empat kali. Hasilnya: tiga kali tersingkir di fase grup, dan satu kali masuk semifinal di tahun 2008. 

Ironisnya lagi, Rusia bahkan "disalip" negara eks Soviet yang lain, Ukraina, yang pada 2007 terpilih sebagai tuan rumah Piala Eropa 2012 (bersama Polandia). Padahal, sampai waktu itu prestasi sepakbola Ukraina di level internasional lebih rendah daripada Rusia.

Akhirnya, kesempatan untuk unjuk diri diambil Rusia pada bursa Piala Dunia 2018 & 2022. Mereka ikut mencalonkan diri sebagai tuan rumah, yang prosesnya dimulai sejak 2009. Setelah melewati dua kali voting, Rusia memenangi bursa penyelenggara Piala Dunia 2018, mengalahkan tiga kandidat lain: Portugal-Spanyol, Belgia-Belanda, dan Inggris.


Dari keputusan FIFA yang diambil pada 2 Desember 2010, Rusia pun menjadi negara Eropa Timur pertama yang akan menghajat Piala Dunia. Secara keseluruhan, mereka menjadi negara ke-17 yang (pernah) menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Keberhasilan Rusia menjadi host Piala Dunia 2018 merupakan indikator lain dari kebangkitan ekonomi Rusia, yang mana sejak 2009 mereka bergabung dalam "poros" BRICS (Brazil, Russia, India, China, South Africa), yang kini dianggap sebagai kekuatan baru perekonomian dunia.




Selain Piala Dunia, Rusia juga sudah masuk dalam kalender balapan Formula 1 mulai 2014, di sirkuit jalanan kota Sochi. Kota terbesar kedua setelah Moskow, Saint Petersburg, juga sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti bursa tuan rumah Olimpiade 2024.

Maka dari itu, dari aspek sejarah dan iklim sepakbola, serta kemampuan ekonominya, Rusia layak untuk menyelenggarakan Piala Dunia, terlepas bahwa pasti akan ada hal-hal yang "minus" semisal cuaca yang lebih dingin, atau kultur masyarakatnya yang konon kurang ramah buat orang luar.

Sayangnya, di saat dunia akan mulai memantau persiapan mereka seusai Brasil merampungkan hajatannya minggu lalu, yang terdengar dari Rusia justru isu-isu yang tidak enak. Selain rumor suap dalam bursa Piala Dunia 2018, yang sedang diselidiki FIFA, negara yang dipimpin Vladimir Putin itu juga sedang bergejolak terkait konflik politiknya dengan Ukraina, yang mulai panas sejak akhir tahun lalu. Konflik di Krimea dan terakhir di Donetsk, termasuk tragedi pesawat Malaysia Airlines MH-17, yang diyakini dirudal oleh kaum separatis Ukraina yang didukung pemerintahan Rusia, tentu bukanlah kondisi yang ideal untuk sebuah pesta internasional bernama Piala Dunia.

Sejauh ini memang tidak ada pernyataan apapun dari FIFA tentang status Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018, dan konflik mereka dengan Ukraina serta tragedi MH-17. Namun, jika tidak ada penyelesaian dalam waktu dekat, bukan tidak mungkin mesti dicarikan calon tuan rumah baru.


'Kritik Atas Anugerah Golden Ball untuk Messi Tidak Fair'

Lionel Messi mendapatkan kritikan usai dianugerahi Golden Ball di ajang Piala Dunia 2014. Suara miring atas apa yang didapat oleh La Pulga itu dianggap sebagai suatu hal yang tidak fair.

Saat berlaga di Brasil, Messi mampu tampil baik bersama tim nasional Argentina selama fase grup. Menyumbangkan empat gol dalam tiga laga Grup F, dia berhasil mengantarkan Albiceleste ke babak 16 besar.

Pada prosesnya, Argentina mampu melaju ke babak final. Tapi, gol-gol Argentina di fase knockout tak hadir dari pemain yang kini memperkuat Barcelona itu.

Messi akhirnya gagal membawa Argentina juara usai takluk dari Jerman di pertandingan final. Tapi, dia mendapatkan gelar hiburan dengan anugerah bola emas.

Catatan empat gol dan satu assist yang dibuat Messi cukup untuk meyakinkan FIFA untuk menobatkan dia sebagai pemain terbaik di turnamen.

Kritikan pun hadir atas keputusan FIFA itu. Eks striker Argentina, Diego Maradona, bahkan menyebut hal itu sebagai siasat pemasaran semata. Sementara itu, presiden federasi sepakbola dunia, Sepp Blatter, malah cukup terkejut dengan bola emas yang diraih Messi.

Soal polemik itu, rekan setim Messi di Los Cules, Sergi Roberto, memberikan dukungan. Dia menilai bahwa kritik untuk Messi soal bola emas sebagi suatu hal yang tidak adil.

"Saya menonton Messi saat Piala Dunia sama seperti di tahun lalu, yang terbaik di dunia," kata Roberto di Sports Mole.

"Penghargaan itu layak diterimanya, dan kritik itu tidak fair, dia ingin memenangi Piala Dunia dan dia layak mendapatkan respek maksimal. Dia sudah memberikan banyak hal untuk klub ini dan juga Argentina," tambahnya.

Siaran Langsung Pertandingan Sepak Bola Di TV

Jadwal dipersembahkan oleh tosekbo.blogspot.com (menyediakan online jadwal bola di tv)
Selasa, 29 April 2014
Liga Italia Sasuolo vs Juventus Bein Sports 1 01:40 WIB LIVE
Rabu, 30 April 2014
Liga Champions Bayern Munich vs Real Madrid SCTV 01:00 WIB LIVE
Kamis, 01 Mei 2014
Liga Champions Chelsea vs Atletico Madrid SCTV 01:00 WIB LIVE
Jumat, 02 Mei 2014
Liga Eropa Valencia vs Sevilla Next Entertainment 01:45 WIB LIVE
  Juventus vs Benfica SCTV 01:45 WIB Live
Senin, 04 Mei 2014
Coppa Italia Napoli vs Fiorentina BEIN Sport 1 01:40 WIB LIVE
  Hull City vs Swansea City FIGHT Sport 21:00 WIB Live
  Norwich City vs West Bromwich Albion Nex Entertainment 21:00 WIB Live
  Chelsea vs Stoke City Bein Sport 1 & 3 23:00 WIB Live
Liga Jerman Borussia Dortmund vs VFL Wolfsburg KOMPAS TV 23:00 WIB LIVE
  Hamburg SV vs Bayer Leverkusen BEIN Sport 2 01:30 WIB Live
  Augsburg vs Bayern Munchen KOMPAS TV 20:30 WIB Live
La Liga Spanyol Barcelona vs Real Betis RCTI 22:30 WIB LIVE
  Atletico Madrid vs Villareal Star Sports 02:30 WIB LIVE
Liga Belanda PSV vs Heerenven FOX Sport 23:40 WIB LIVE
Liga Prancis Marseille vs Ajaccio B-Chanel 01:15 WIB LIVE
  PSG vs Reims B-Chanel 21:45 WIB LIVE
Serie-A Italia Chievo vs Verona BEIN Sport 2 22:55 WIB LIVE
Minggu, 06 April 2014
Liga Inggris Everton vs Arsenal BEIN Sport 3 19:00 WIB LIVE
  West Ham United vs Liverpool SCTV 21:30 WIB LIVE
Liga Spanyol Sociedad vs Madrid RCTI 00:50 WIB LIVE
Liga Prancis Valenciennes vs Lyon B-Chanel 21:45 WIB LIVE
Liga Italia Sociedad vs Madrid RCTI 00:50 WIB LIVE
Senin, 07 April 2014
Liga Prancis AS Monaco vs Nantes B-Channel 01:45 WIB LIVE
Liga Italia AS Genoa vs AC Milan NEX ENTERTAINMENT 01:30 WIB LIVE
Selasa, 08 April 2014
Liga Spanyol Levante vs Athletic Bilbao Star Sports 02:55 WIB LIVE Liga Italia Juventus vs Livorno BEIN SPORT 1 01:40 WIB
Rabu, 09 April 2014
Liga Champions Borussia Dortmund vs Real Madrid SCTV 01:30 WIB LIVE
  Chelsea vs PSG NEX ENTERTAINMENT 01:30 WIB LIVE
Friendly Match Oman U19 vs Indonesia U19 SCTV 19:15 WIB LIVE
Kamis, 10 April 2014
Liga Champions Atletico Madrid vs Barcelona SCTV 01:30 WIB LIVE
  Bayern Munich vs Manchester United NEX ENTERTAINMENT 01:30 WIB LIVE
Jumat, 11 April 2014
Liga UEFA Juventus vs Olympique Lyon SCTV 01:30 WIB LIVE
  Valencia vs FC Basel O-Chanel 02:00 WIB LIVE
  Sevilla vs FC Porto NEX ENTERTAINMENT 02:00 WIB LIVE
Sabtu, 12 April 2014
Liga Jerman Bayern Munich vs Borussia Dortmund Kompas TV 23:00 WIB LIVE
Liga Inggris Manchester United vs Hull City Indosiar 20:30 WIB LIVE
FA CUP Arsenal vs Wigan Athletic SCTV 22:30 WIB LIVE
Minggu, 13 April 2014
Liga Inggris Liverpool vs Manchester City BEIN SPORT 3 19:00 WIB LIVE
Liga Spanyol Granada vs Barcelona RCTI 00:30 WIB LIVE
  Real Madrid vs Almeria RCTI & Star Sports 02:55 WIB LIVE
  Getafe vs Atletico Madrid Star Sports 21:30 WIB LIVE
Selasa, 15 April 2014
Liga Spanyol Athletic Bilbao vs Malaga Star Sports 02:55 WIB LIVE
Senin, 20 April 2014
Liga Spanyol Atletico Madrid vs Elche Star Sports 00:55 WIB LIVE

Hasil Score

Yahoo Mesenger

Subscribe
  • Arham Vhy Facebook
    Facebook
  • Arham Vhy Twitter
    Twitter
  • Arham Vhy RSS
    RSS
  • Arham Vhy Google+
    Google+

Subscribe
Subscribe
Check PageRank