5 Wanita Tangguh Di Dunia Sepakbola


Bicara mengenai wanita dalam konteks sepakbola, pasti tidak akan jauh dari WAGs. Namun, kali ini kita tidak akan membahas kemolekan tubuh para WAGs.
5 wanita berikut memang cantik.  Tapi mereka bukan tergolong bagian dari wife and girlfriends (WAGs). Mereka cerdas dan berkibar karena terlibat langsung dengan sepak bola.
Ketangguhan dan sedikit keberuntungan telah mengantarkan perempuan-perempuan ini masuk ke dalam dunia yang didominasi para lelaki.
Hope Amelia Solo – Kiper (Amerika Serikat)
Lahir di Richland, Washington pada 30 Juli 1981, Solo berguru pada sang ayah, Jeffrey. Ayah Solo memang bukan pesepakbola. Ia adalah veteran Perang Vietnam. Namun, Jeffrey membina sang anak dengan tekun untuk bermain sepakbola, olahraga yang belum begitu populer di Amerika ketika Solo tumbuh.
Posisi pertama yang dipilih Solo bukanlah kiper. Kontras dengan pekerjaannya sekarang, Solo justru menjadi penyerang. hebatnya, di Richland High School, ia mampu mencetak 109 gol!
Kepindahannya sebagai kiper dimulai saat Solo berada di University of Washington. Dari sinilah, ia melintasi benua Eropa untuk menjajal ketangguhan. Solo pernah bermain untuk Kopparbergs/Göteborg FC di Liga Swedia pada tahun 2004.
Kariernya di timnas Amerika Serikat, salah satu kekuatan terbesar di sepakbola wanita, sangat cemerlang. Solo memegang rekor tak terbobol selama 1054 menit! Ia juga menjadi tulang punggung keberhasilan Amerika Serikat meraih emas Olimpiade 2008.
Solo dianugerahi Golden Glove sebagai kiper terbaik Piala Dunia 2011. Ia juga mendapatkan bronze ball, pemain terbaik ketiga di turnamen yang diselenggarakan di Jerman tersebut.
Bibiana Steinhaus – Wasit (Bundesliga)
Bibiana lahir di Hannover pada 24 Maret 1979. Sebelum menekuni profesi sebagai polisi dan wasit, dia pernah mencoba peruntungan sebagai pemain di SV Lauterberg. Namun, dia kemudian diarahkan sang ayah yang seorang wasit untuk menjadi pengadil di lapangan. Pada umur 17 tahun, dia bahkan sudah memimpin di liga distrik. Pada 1999, dia sudah resmi tercatat sebagai wasit DFB. Sementara lisensi wasit FIFA diperolehnya pada 2007.
Empat musim bergelut memimpin pertandingan-pertandingan di Bundesliga 2, Bibiana Steinhaus hampir mencatatkan namanya di buku sejarah sepak bola Jerman menjadi wanita pertama yang mewasiti laga Bundesliga 1.
Sayang, Bibiana pada akhirnya dipastikan tak mendapat promosi ke Bundesliga 1. Sama seperti musim-musim sebelumnya, ia hanya akan bertugas di Bundesliga 2.
Sian Massey – Hakim Garis (Liga Inggris)
Nama Sian Massey mulai menjadi pembicaraan ketika ia bertugas menjadi hakim garis di laga Liverpoool vs Wolverhampton Januari musim lalu, ketika menjadi asisten wasit di laga itu ia dicemooh oleh komentator TV senior Andy Gray dan Richard Keys.
Saat itu, laga yang dimainkan di Stadion Molineux, Liverpool menang 3-0 atas tuan rumah Wolverhampton Wanderers (Wolves). Namun, gol pertama Fernando Torres pada menit ke-37 yang berbau off side disahkan oleh wasit, karena hakim garis perempuan yang bernama Sian Massey tidak mengangkat bendera.
“Lebih baik seseorang turun ke lapangan dan jelaskan pengertian off side kepada dia (Sian Massey),” kata presenter Richard Keys.
Akibatnya sangat fatal! Dua orang tersebut harus rela dipecat oleh Sky Sports.
Kini perempuan berusia 25 tahun asal Coventry ini baru saja mendapatkan promosi jabatan. Massey juga sudah lulus tes untuk bertugas sebagai seorang wasit.
Eva Carneiro – Tim Dokter (Chelsea)
Jika Anda penggemar Chelsea, Anda pasti melihat seorang wanita di bangku cadangan ketika Chelsea berlaga.
Dialah Eva Carneiro. Perempuan berambut brunette itu adalah dokter tim cadangan Chelsea yang diperbantukan pada laga tersebut.
Sebelum bergabung dengan Chelsea, Eva sebelumnya menjadi dokter di timnas wanita Inggris. Dia pun menjadi konsultan medis untuk para atlet Britania yang terjun di Olimpiade Beijing tiga tahun lalu.
Ternyata, Eva Carneiro bukan satu-satunya wanita yang menjadi staff manajerial klub Premier League. Swansea City bahkan punya beberapa staff medis wanita.
Barbara Berlusconi – Pengurus Klub (AC Milan)
Barbara Berlusconi menjadi ikon perempuan di dalam industri sepak bola Italia. Barbara disebut-sebut akan menjadi penerus posisi ayahnya, miliarder Silvio Berlusconi, di tampuk tertinggi AC Milan.
Barbara yang kini tengah berusia 27 tahun sendiri sudah dipersiapkan dengan dipercaya menjadi anggota Dewan Direksi atau Rossoneri saat ini. Dan kini, putri pertama Silvio dengan aktris Veronica Lario ini mengaku sedang belajar tentang sejarah sepak bola Italia.
Sebelumnya, dan juga sampai sekarang, Barbara malang melintang di dunia industri pertelevisian, penerbitan, iklan, perbankan, asuransi serta olaahraga.zonabola.com