Lima Faktor Kenapa MU Lebih Berpeluang Juara Liga Inggris



Premier League musim ini cukup “aneh”. Tak ada nama Chelsea atau Arsenal yang menjadi pesaing Manchester United untuk memperbutkan gelar juara.
Sebagai ganti dari kedua klub asal London tersebut, muncul satu nama yang tak lain adalah tetangga dari United, yakni Manchester City.
City dan United seperti menjadi dua tim yang sudah pasti menggenggam gelar juara sejak pekan awal liga digelar. Dan itu terbukti hingga Premier League menyentuh pekan ke-28.
Meski begitu, jika ditelisik ternyata peluang United untuk menjadi juara lebih besar dari “tetangga berisik” mereka. Apa saja faktor-faktornya? Mari kita simak satu-persatu.
  • Mental Juara
Tak bisa dipungkiri, inilah faktor terpenting dalam persaingan kedua kubu. Lihat saja bagaimana United tidak panik ketika City cukup mendominasi liga selama berpekan-pekan. Dengan sabar dan telaten United menanti kelengahan City. Dan hasilnya? United sukses menyalip dan mengkudeta posisi puncak klasemen dari tangan Sergio Aguero dkk.
  • Tekanan besar mengarah ke City
Yap. Tekanan yang didapat City untuk bisa mendapatkan setidaknya satu gelar di musim ini lebih besar daripada yang didapat United. Fakta bahwa mereka telah menghamburkan banyak uang demi membeli pemain berkelas adalah fakta yang tak bisa dibantah. Terlebih peluang City untuk merebut piala musim ini hanyalah tinggal di Premier League setelah mereka tersungkur di tiga ajang lainnya di musim ini.
  • City sudah lama tak juara
Berbeda dengan United yang telah terbiasa melakoni “title race”, skuad City justru sebaliknya. Baru musim ini menjadi kandidat juara membuat mereka seperti tak tahu bagaimana bersikap ketika kompetisi memasuki masa-masa krusial. Bisa dimaklumi mengingat City bukanlah klub bertradisi juara. Terakhir kali mereka juara liga adalah pada musim 1967-1968.
  • Performa menanjak para pemain United
Contohnya bisa didapat dari tiga pemain United, yakni Wayne Rooney, Ashley Young, dan David De Gea. Rooney belakangan ini menjadi tumpuan gol yang menjanjikan. Begitu juga dengan Young. Setelah kembali dari cedera, penampilannya semakin meningkat. Dua gol pentingnya ke gawang Tottenham Hotspur menjadi bukti. De Gea? Semua awak United rasanya sangat senang dengan perkembangan yang ditunjukkan kiper muda itu setelah sempat menjadi pesakitan di awal musim.
  • Paul Scholes
Langkah mengejutkan dilakukan Sir Alex Ferguson di pertengahan musim ini. Ia memanggil kembali Paul Scholes yang telah menyatakan pensiun demi menambal lubang menganga di lini tengah United seiring cederanya Tom Cleverley, Anderson, dan Darren Fletcher. Hasilnya? Scholes masih belum kehilangan kemampuan terbaiknya dan membantu United melewati periode sulit.
Well, City rasanya harus bekerja lebih keras dan membutuhkan bantuan Dewi Fortuna untuk bisa meraih gelar musim ini.
 But, impossible is nothing, City!