Alasan Mengapa Manchester United Semakin Dekat Dengan Gelar Musim Ini

Alasan Mengapa Manchester United Semakin Dekat Dengan Gelar Musim Ini


Manchester United sudah sangat dekat dengan gelar ke 20 mereka di Liga Premier. Dan hanya diri mereka sendirilah yang bisa mengacaukannya.
Bahkan jika United mampu menang dari QPR dan Manchester City kalah dari Arsenal pada hari Minggu nanti, City seharusnya langsung menyiapkan sebuah kotak besar berpita dan memasukkan trofi EPL musim ini ke dalamnya dan menyerahkannya ke sang tetangga.

Jika bukan itu yang terjadi, United tetap berpeluang besar. Hitung-hitungannya adalah jika hasil kedua tim ini tetap sama hingga datangnya derby nanti, maka kemenangan di Etihad Stadium akan membawa United meraih gelar. Dengan tim yang sebenarnya amat sangat biasa saja -dan bahkan ada yang menyebut salah satu yang terburuk di era Sir Alex Ferguson- United tampak siap menyambut kesuksesan mereka selanjutnya. 

Bagaimana bisa? Berikut ini beberapa faktor yang membuat gelar ke 20 semakin kencang tercium di Old Trafford.

1. Konsistensi
Dibandingkan dengan tim-tim lain, Manchester Merah musim ini punya konsistensi yang sangat layak untuk dipuji di Liga. Mereka memang beberapa kali terpeleset -Blackburn Rovers salah satu tim yang sukses menggulung mereka di kandang- namun entah bagaimana, mereka bisa menutupi poin yang hilang tersebut dengan poin-poin lain yang lebih berharga.









Konsistensi inilah yang membawa United perlahan tapi pasti bisa terus menempel City di puncak klasemen, dan di saat sang rival sedikit goyah. posisi puncak pun dengan cepat bisa mereka ambil alih. Tidak hanya itu, Wayne Rooney cs pun langsung mampu memperlebar jarak di atas. Konsistensi ini wajib dijaga hingga akhir musim nanti.

2. Kembalinya Paul Scholes

Tidak hanya Michael Jordan atau Michael Schumacher yang bisa kembali dari masa pensiun mereka. Paul Scholes juga. Dan pengaruh yang diciptakannya luar biasa positif. Lini tengah United yang di fase pertama musim sering mengalami kebolongan fatal, kini mendapatkan obatnya.

Scholes seolah tidak pernah pergi. Kemampuannya tidak berkurang sedikit pun. Malah bisa dibilang, istirahat enam bulan mengembalikan dirinya ke penampilan terbaik. Sesuatu yang istimewa untuk seorang pemain seusia dirinya. Comeback dan juara? Scholes bisa jadi lebih baik dari Jordan atau Schumacher.

3. Jadwal yang Menguntungkan
 

Ini juga menentukan. United seolah mendapatkan jackpot saat melihat fixtures mereka di akhir musim ini. Semua tim-tim papan atas -kecuali City- sudah selesai mereka hadapi home dan away. Sisanya adalah tim papan tengah dan tim yang sedang berjuang menghadapi degradasi.

Dengan jatuhnya deretan pertandingan semacam ini di akhir musim, United jelas harus amat sangat bersyukur. Meski dekat dengan kelengahan, setidaknya sejauh ini Sir Alex belum menemukan alasan untuk mengamuk pada pasukannya.

4. Manchester City yang Belum Biasa Pada Tekanan
 
City adalah tim penuh bintang dan bisa tampil luar biasa saat mereka inginkan. Itu adalah sebuah fakta. Tapi fakta lainnya juga melihat bahwa City masih belum terbiasa menjadi salah satu pesaing utama untuk meraih gelar juara Liga.

Salah satu syaratnya adalah mampu menghadapi tekanan dan tetap konsisten dalam kondisi apapun. United sudah membuktikan dengan masih bisa menang meski tampil kelewat pas-pasan di beberapa pertandingan. City? Mereka membiarkan begitu banyak poin terlepas begitu saja. Terutama di partai away. Pengalaman mereka yang masih minim dalam menghadapi kondisi seperti ini bisa menjadi alibi kuat.

5. Rekor Pertandingan Away yang Hebat
 
Inilah perubahan paling signifikan United musim ini dibandingkan dengan musim lalu. Ketika merebut gelar ke 19, United punya catatan away yang luar biasa buruk. Salah satu yang terburuk di Liga bahkan. Beruntung, ini mereka imbangi dengan rekor kandang yang nyaris sempurna.

Di musim ini, masalah apapun itu yang membuat mereka sulit saat bertanding away sudah berhasil dihilangkan oleh Fergie -dan entah bagaimana dipindahkan ke City. Rekor away United sangat mengerikan dan layak dipuji. Sehingga beberapa kali terpeleset di kandang (termasuk kekalahan 1-6 dari City) sudah mulai bisa dimaafkan oleh para fans.

6. Antonio Valencia.
 
...Atau setidaknya kaki kanannya. 

Dengan amunisi semacam ini, peluang United untuk meraih juara dan memperlebar jarak mereka dengan Liverpool dalam total gelar akan sangat terbuka lebar. Dan ditambah kesempatan besar untuk menaklukkan sang tetangga berisik di duel one-on-one ronde pertama mereka juga akan menjadi motivasi tersendiri.

Jadi jelas. Sekarang segalanya berada di tangan United. Pertanyaannya, apakah mereka akan membiarkan ini terlepas begitu saja? A bit unlikely. Tapi kita lihat saja jawabannya dalam beberapa pekan ke depan.
SUMBER | Image by Google